SUMBAR -- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang kerap terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Padang, memunculkan dugaan kuat adanya permainan mafia migas berskala besar. Meski Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono telah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah lokasi, namun praktik ilegal ini tampaknya belum tersentuh secara menyeluruh.
Berdasarkan penelusuran tim investigasi serta keterangan sejumlah narasumber, pusat dari kelangkaan ini justru ditengarai berada di Kota Padang sendiri. Di ibukota provinsi ini, mafia BBM diduga bermain secara terorganisir, menggunakan kedok legalitas perusahaan resmi untuk menampung dan mendistribusikan BBM bersubsidi ke sektor industri dengan harga tinggi.
Salah satu lokasi yang disorot berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Bungus Teluk Kabung, yang dikaitkan dengan aktivitas mencurigakan atas nama PT. Teladan Makmur Jaya (TMJ).
Modus Operandi: Gunakan Legalitas, Tapi Serap BBM dari SPBU
Modus yang digunakan diduga sangat rapi. Perusahaan keagenan seperti PT. TMJ seharusnya menebus kuota BBM industri dari Depo Pertamina Bungus melalui mekanisme resmi. Namun, menurut sumber internal yang identitasnya disamarkan (DP), justru banyak dari BBM yang mereka distribusikan diserap secara ilegal dari SPBU-SPBU dengan menggunakan armada modifikasi dan jasa pengumpul.
Setelah BBM bersubsidi dikumpulkan, kemudian ditimbun di sejumlah gudang ilegal seperti yang diduga ada di wilayah Bypass Lubuk Begalung, Bungus, hingga Tugu Ayam Solok dan Pasa Usang Padang Pariaman. Selanjutnya, BBM itu dijual kembali ke sektor industri dengan harga BBM non-subsidi, menciptakan keuntungan ganda bagi para pelaku.
Dugaan Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar
Praktik ini tidak hanya merugikan negara dari sisi anggaran subsidi, tapi juga merampas hak masyarakat kecil atas akses energi terjangkau. Ironisnya, kebijakan subsidi BBM yang sejatinya ditujukan untuk mendongkrak ekonomi rakyat, justru disabotase demi memperkaya segelintir mafia migas.
“Pemain besar ini seperti dilindungi. Yang ditangkap hanya pemain kecil yang bawa jerigen,” ungkap sumber kepada wartawan.
Pusat PT. TMJ Bantah Masih Beroperasi di Padang
Sementara itu, Ivan, selaku Humas PT. TMJ yang berkantor pusat di Kalimantan, membantah bahwa pihaknya masih memiliki kantor cabang di Kota Padang.
“Sejak tahun 2019, kami sudah tidak beroperasi lagi di sana,” ujarnya saat dihubungi tim melalui sambungan telepon.
Namun berbeda dengan pernyataan Ori Elfianto, yang mengaku sebagai Direktur Cabang PT. TMJ Kota Padang. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan masih dipercaya menjalankan unit usaha dari kantor pusat, namun enggan memberi penjelasan detail. “Maaf, saya sedang di Jakarta. Nanti saya jelaskan secara lengkap,” katanya singkat.
Desakan Masyarakat: Kapolda Harus Bertindak Tegas
Warga sekitar lokasi yang dicurigai sebagai gudang ilegal meminta Kapolda Sumbar untuk menindak tegas para pelaku dan membongkar jaringan mafia BBM yang telah merusak sistem distribusi energi di Sumbar.
“Kalau ini terus dibiarkan, negara akan terus dirugikan, dan rakyat kecil tetap antre di SPBU,” ujar warga.
Hingga berita ini ditayangkan, tim masih terus berupaya menghimpun data, serta meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina dan aparat penegak hukum.
Tim
(Semua nama narasumber disamarkan demi keamanan)